Wakil Wali Kota

Di ceritakan, disebuah negara, seorang wanita yang bukan pengikut Kristus, hidup sebagai seorang wakil walikota di sebuah kota di negara itu.// Pada suatu kali datanglah seorang pendeta membawa proposal pembangunan gereja dan menemui ibu wakil walikota.// Pendeta ini datang dengan maksud meminta bantuan agar dibantu dengan sumbangan batubata.// wakil walikota kemudian menerima proposal dan mengatakan agar pendeta itu kembali tiga hari lagi.// tiga hari kemudian, pendeta ini kembali mendatanginya dengan maksud menanyakan jawaban proposal.// wakil walikota kemudian menjelaskan bahwa dia belum sempat membaca proposal itu dan meminta agar nanti kembali tiga hari lagi.// tiga hari kemudian, pendeta ini kembali datang.// jawaban wakil walikota sama saja, belum sempat membaca karena sibuk.// Pendeta ini tidak menyerah lain kali ia datang kembali.// wakil wali kota akhirnya tanpa memeriksa menandatangani proposal permintaan batubata untuk pembangunan gereja itu.// Akhirnya berdirilah sebuah gereja yang begitu megah di kota itu.// empat bulan setelah gereja itu rampung, pada suatu hari anak dari wakil wali kota ini datang menghampiri ibunya dan bertanya? “Ibu, apakah ibu punya waktu, aku mau menyampaikan sesuatu pada ibu”// Ibu itu menjawab, “Katakan secepat mungkin karena ibu sibuk.” Anak itu berkata “Ibu dalam beberapa hari kedepan aku berulang tahun yang ke 17, bolehkan ibu meluangkan waktu untukku untuk sehari saja?” Ibu wakil walikota, sempat berpikir sebentar membayangkan betapa banyaknya jadwal pekerjaan yang harus ia selesaikan.// disisi lain, ini adalah hari istimewa anaknya.// akhirnya ia menjawab ”Boleh.// untuk sehari, ibu akan bersama-sama dengan kamu anakku.” jawabnya.// Tiba pada hari ulangtahun anak itu, hari itu tepat pada hari sabtu.// Ibu itu kemudian dibawa oleh anaknya ke suatu tempat.// Anak itu membawa, ibu wakil walikota ke Gereja megah yang proposal pembangunannya pernah ia tidak sempat baca namun ia tandatangani.// Awalnya ia tidak mau karena Ia bukan seorang kristen.// disisi lain, ia berpikir apa nanti yang dikatakan seisi kota jika ia masuk ke gereja itu? Ibu wakil walikota semakin terkejut dan galau, ketika mengetahui bahwa anaknya hari itu akan dibaptis.// Apa kata dunia?// Tiba acara baptisan, tempat baptisan kebetulan agak jauh dari gereja.// dengan tertatih-tatih karena sedikit ada masalah di kaki anak itu, anak itu berjalan menuju kendaraan yang disediakan untuk menuju kolam baptisan.// anak itu kemudian meminta ibunya untuk memapahnya dan bersama-sama dengan kendaraan yang disediakan.// ibu itu mengatakan ia akan menggunakan kendaraan fasilitas walikota.// anak itu kemudian meminta dengan sangat agar ia bersama ibunya di hari ulang tahunnya.// akhirnya mereka bersama.// tiba di kolam baptisan, sesaat sebelum prosesi baptisan, terlihat anak itu berbicara dengan serius bersama anak itu.// tidak lama kemudian anak itu melompat-lompat kegirangan dan berlari keliling kolam lalu mendekati ibunya.// anak itu berkata ”Ibu…. kata pendeta, ibu boleh juga dibaptis dengan aku”.// ibu wakil walikota sangat terkejut.// ia sama sekali tidak pernah tahu apa itu kristen, ia tidak pernah membaca alkitab.// Ia berkeringat membayangkan akan cemoohan orang banyak dan suaminya.// karena aturan di negara itu tidak boleh sesuatu apapun dilakukan oleh seorang istri tanpa persetujuan suami.// Anak itu kemudian meminta sambil menangis untuk hadiah ulang tahunnya, agar ibunya juga dibaptis.// ibu wakil walikota akhirnya ikut dibaptis.// mereka mendapatkan sertifikat baptisan dan di simpan sangat rapi agar suaminya tidak mengetahui peristiwa baptisan itu.// mulai sejak saat itu ibu wakil walikota mulai membuka alkitab ingin tahu tentang kristen.// Iapun kemudian Jatuh Cinta Kepada Yesus.// Empat bulan kemudian, dengan tergesa-gesa anak itu mengahadap ibunya dan berkata “Ibu.. kita akan mendapatkan celaka, Papa menemukan surat baptisan kita”.// anak dan ibu itu panik.// kemudian saat sarapan pagi, mereka bertiga duduk di meja makan.// lalu suaminya bertanya ”Apa yang telah kamu lakukan dengan ini?????? katanya sambil menunjukkan surat baptisan itu.// Ibu wakil walikota terkejut, bingung dan tidak dapat berkata apa-apa.// kemudian Ia mengingat bahwa ada janji Tuhan saat ia membaca alkitab.// didalam hati ia berdoa, meminta jawaban dari Tuhan agar ia bisa menjawab pertanyaan suaminya.// Saat itu juga Tuhan menjawab doanya, mulutnya mulai terbuka dan keluarlah kata-kata : ”Suamiku… yang tersayang, lihatlah tanggal yang tertera di sertifikat baptisan itu, jika sejak tanggal itu, perilakuku bertambah buruk–aku akan membuang semua yang sudah aku lakukan.// tapi jika ternyata aku semakin sayang dan bertambah baik, baik sebagai istri maupun sebagai ibu–aku mohon engkau mempertimbangkan apa yang sudah aku lakukan.// Suami Ibu wakil walikota ini tidak dapat berbuat apa-apa karena kenyataannya dalam empat bulan terakhir istrinya jauh lebih baik dari sebelumnya.// ia pun kemudian menyelidiki alkitab dan juga jatuh cinta pada Yesus dan menerima baptisan.// oleh: Denis Ginting.

Leave a Reply