Krisis Final dan Tanda Binatang

Wahyu 14:9-11 menyebutkan secara khusus tentang Tanda Binatang. Mari kita baca: (9) Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: ”Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, (10) maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. (11) Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”

Barangkali ada diantara Saudara yang belum tau istilah “tanda binatang” dan maknanya dalam ayat-ayat diatas. Tulisan ini sedikit banyak akan mencoba menjawab hal ini. Ada satu peristiwa yang diungkapkan oleh buku Wahyu menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali. Peristiwa ini disebut sebagai Krisis Final. Krisis ini akan dipicu oleh kehancuran ekonomi dunia. Oleh sebab keputusasaan yang diakibatkan oleh krisis ini, maka lahirlah kerjasama antar dua kekuasaan dunia yaitu kekuasaan sipil dan agama sehingga lahirlah solusi final terhadap krisis global diatas yaitu yang disebutkan sebagai Tanda Binatang. Sementara itu, pekabaran amaran Allah melalui umat-umatnya tentang injil kekal terus digemakan sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Wahyu 14, yaitu pekabaran tiga malaikat. Akan ada waktu sejenak bagi manusia untuk memilih apakah mau menyembah binatang dan mendapatkan “Tanda Biatang” itu atau mau berpihak kepada mereka yang menyembah Pencipta, memelihara hukum-hukumNya dan mengikuti Yesus.

Setelah waktu itu berlalu, maka pintu kasihan akan tertutup. Kemudian 7 kutuk akan ditimpakan kepada mereka yang mendapatkan “Tanda Biantang” itu (Wahyu 16). Bagi yang tidak mendapatkan “tanda binatang” itu, mereka akan dilindungi selama masa 7 kutuk itu berlangsung. Kedatangan Yesus yang kedua kali akan mengangkat umat-umatNya, baik yang telah mati maupun yang masih hidup, yang tidak mendapatkan tanda binatang.

Mari kita baca Daniel 12:1 ”Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barang siapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.”

Wahyu 13:16,17 “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

Jadi ada dua kelompok manusia disini, yang menyembah binatang itu dan mendapatkan tanda binatang serta kelompok lainnya yaitu yang menyembah Allah dan memelihara hukum-hukum Allah dan mengikuti Yesus.

Untuk tidak mendapatkan tanda binatang, kita harus menyembah Pencipta langit dan bumi dan memelihara 10 hukum moral Allah. Hanya 1 hukum yang berbicara tentang pencipta langit dan bumi yaitu hukum ke-4, tentang Sabat hari ketujuh (baca Kel. 20:11).

Selama 400 tahun, sejak awal reformasi Protestan, mayoritas ahli-ahli Alkitab Protestan mengidentifikasikan binatang nubuatan sebagai Roma Kepausan atau Gereja Roma Katolik. Kalau kita buka website; http://www.remnantofgod.org/4fathers.htm, satu kutipan yang menarik untuk dibaca disitu yaitu, “Setiap Reformator, tanpa kecuali, berbicara tentang kepausan sebagai Antikristus” -R. Allen Anderson, Unfolding the Revelation, p.137. Dan di website yang sama dapat dibaca pendapat-pendapat dari para reformator dan tokoh agama yang dikenal diantaranya; Arnulf Bishop of Orleans (Roman Catholic), Eberhard II, archbishop of Salzburg (Roman Catholic), John Wycliffe, Martin Luther (Lutheran), Cotton Mather (Congregational Theologian), John Wesley (Methodist), Ellen G. White: Seven Day Adventists, Thomas Cranmer (Anglican), Roger Williams (First Baptist Pastor in America), 1689 London Baptist Confession, John Knox (Scotch Presbyterian), John Calvin (Presbyterian), Presbyterian Church (Year 2000), yang menyatakan bahwa kepausan adalah Anti Kristus. Di tulisan ini hanya dikutip dua pernyataan saja yaitu pertama dari Arnulf Bishop of Orleans (Roman Catholic) yaitu; “deplored the roman popes as “monsters of guilt” and declared in a council called by the King of France in 991 AD that the pontiff, clad in purple and gold, was, “Antichrist, sitting in the temple of God, and showing himself as God” -Phillip Schaff, History of the Christian church, 8 vols., reprint of the 3d (1910)ed. (Grand Rapids Mich.: Wm. B Eerdmans Publishing Co., n.d.) dan kedua dari John Wycliffe, yaitu; “Ketika gereja dibarat terbagi dua untuk 40 tahun oleh karena dua paus yang bersaingan, satu di Roma dan yang lainnya di Avigon, Perancis, setiap paus menyebutkan paus yang lain anti Kristus – dan John Wycliffe mengatakan yang ia menganggap keduanya adalah benar; “two halves of Antichrist, making up the perfect Man of Sin between them.” Selanjutnya di website yang sama dicatat kurang lebih dari 70 tokoh-tokoh di Eropah, diantaranya John Huss dan Sir Isaac Newton, yang mengatakan hal yang sama, bahwa kepausan adalah anti Kristus.

Adalah fakta sejarah yang mana Gereja Katolik Roma mengaku menggantikan Sabat hari ketujuh dari Sabtu ke hari Minggu, hari pertama dalam pekan. Juga adalah fakta sejarah bahwa gereja Roma Katolik mengaku bahwa hari minggu adalah tanda kekuasaan kerohaniannya. Kardinal Gibbons, salah satu Kardinal Gereja Katolik yang terkenal mengatakan, saya kutip: “Perubahan sabat ke minggu adalah keputusan gereja Katolik dan ini adalah tanda kekuasaan eklisiastik serta kewenangan gereja dalam masalah rohani.”

Mengapa tanda “Hari Minggu” dari kekuasaan gereja Katolik Roma akan dipaksakan pada krisis final global itu? Karena tanda ini, bagi mereka, akan menjadi solusi rohani untuk mengatasi krisis tersebut. Tanda “Hari Minggu” akan dipaksakan melalui Undang-Undang sebagai usaha terakhir agar dunia kembali kepada Allah. Kekuasaan Anti Kristus yang sama yang berjaya di abad pertengahan akan berkuasa lagi untuk yang terakhir kali dan akan menimbulkan kesusahan besar yang dicatat di buku Matius disebut sebagai berikut; “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat,” Matius 24:21, 22, dan di buku Wahyu 13:7 dikatakan, “Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.” Hal yang sangat penting untuk diingat bahwa kekuasaan Anti Kristus terakhir ini, keberadaannya akan dimusnahkan oleh kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. Harus diingat pula bahwa hanya pada saat itulah, ketika Hari Minggu sudah dipaksakan untuk mengatasi krisis final diatas dunia ini, baru tanda itu menjadi “tanda binatang” yang sebenarnya. Pada saat itulah semua orang akan mengambil keputusan, memilih hari minggu dan mengikuti tradisi atau memilih menyembah Pencipta langit dan bumi, memelihara 10 Hukum Allah dan memiliki kebenaran Yesus Kristus. Mereka yang percaya bahwa tanda dari gereja Roma adalah benar, maka mereka akan mendapakan tanda di dahi dan mereka yang tidak percaya dengan tanda dari gereja Roma ini, tapi tunduk oleh karena tekanan, mereka inilah yang mendapakan tanda di tangan. Pada saat ini, umat-umat Allah, yang saya percaya berada di semua denominasi agama, akan melihat tanda ini dan memutuskan untuk menolaknya. Mereka menolak karena melihat kepada Yesus Kristus, Pencipta langit dan bumi, Tuhan akan hari Sabat, Dialah yang telah mati di kayu Salib. Dan dengan kasih-Nya akan membawa umat-umatNya, yaitu mereka yang setia kepada-Nya, mengikuti akan Alkitab dan memiliki kebenaran-Nya. Wahyu 14:12 “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.”

Leave a Reply