What goes around comes around!

October 28, 2016 - kesaksian

Ini kisah nyata yg terjadi pada thn 1892 di Stanford University. Pesan moralnya masih relevan saat ini.

Ada seorang mahasiswa muda berusia 18 tahun yg berjuang utk membayar biaya kuliahnya. Dia seorang yatim piatu, dan tidak tahu ke mana harus mendapatkan uang. Akhirnya dia dapat ide yg cemerlang. Bersama seorang temannya, ia memutuskan utk menggelar konser musik di kampus guna mengumpulkan uang utk biaya pendidikan mereka.Konser itu mereka adakan dgn mendatangkan pianis besar Ignacy J. Paderewski. Manajer sang pianis meminta biaya sebesar $ 2.000 untuk konser piano. Sebuah kesepakat an pun terjadi.

Dua anak muda itu pun mulai bekerja untuk membuat konser sukses. Hari besar tiba. Paderewski akan melaksanakan konser piano di Stanford University. Tapi sayangnya, si kedua mahasiswa tidak berhasil menjual tiket sesuai target. Total tiket yg terjual hanya $ 1,600. Keduanya kecewa, Mereka lalu pergi ke Paderewski dan menjelaskan keadaan mereka. Mereka memberikan seluruh uang $1,600, ditambah dgn cek sebesar $ 400. Kedua mahasiswa tsb berjanji utk melunasi cek cepatnya.

“Tidak” kata Paderewski. “Aku tidak dapat menerima.” Dia menyobek cek, mengembalikan uang $1,600 sambil berkata kpd kedua mahasiswa, “Ini uang $1,600 kalian ambil. Gunakanlah untuk biaya kuliah kalian. Aku akan mainkan konser piano tanpa perlu kalian bayar !” Kedua mahasiswa terkejut, dan mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya.

Bagi Padwrewski, yg dilakukan nya adalah tindak kebaikan yg kecil. Tapi jelas itu menunjuk kan bhw Paderewski seorang manusia yang besar. Mengapa ia harus membantu kedua mahasiswa tsb yg bahkan dia tidak kenal sama sekali ?

Kita semua juga sering menemukan situasi seperti ini dalam hidup kita. Dan kebanyakan dari kita hanya berpikir “Jika saya membantu mereka, apa yang akan terjadi padaku?” Kalau seseorang itu benar2 baik dan bijak, dia akan berpikir, “Jika saya tidak membantu mereka, apa yang akan terjadi dgn mereka ?”.

Orang2 yg baik dan bijak tidak akan melakukannya dengan mengharapkan balasan. Mereka melakukannya karena mereka merasa itu adalah hal yg benar yg harus dilakukan. Sebagaimana diketahui, Paderewski kemudian menjadi Perdana Menteri Polandia. Dia seorang pemimpin yg besar, tapi sayangnya ketika Perang Dunia I dimulai, Polandia dilanda kelaparan. Ada lebih dari 1,5 juta orang kelaparan di negaranya, dan tidak ada uang utk memberi makan mereka.

Paderewski tidak tahu ke mana harus berpaling utk minta bantuan. Dia mengulurkan tangan ke Administrasi Makanan dan Bantuan AS untuk minta bantuan. Presiden AS saat itu, Herbert Hoover, setuju utk membantu dan cepat dikirim berton-ton bahan makanan utk rakyat Polandia yg kelaparan. Akhirnya sebuah bencana dapat dihindari. Paderewski lega.

Dia memutuskan utk pergi bertemu dgn Hoover secara pribadi guna berterima kasih kpdnya. Ketika Paderewski mengucap kan terima kasih kpd Hoover atas sikap mulianya, Hoover cepat menyela dan berkata, “Anda tidak harus berterima kasih kpd saya, Pak Perdana Menteri. Anda mungkin sudah lupa, tetapi saya tidak akan pernah dapat melupakannya.

Beberapa tahun yg lalu, Anda membantu biaya kuliah dua mahasiswa muda di Stanford University. Saya adalah salah satu dari mereka….”
Dunia adalah tempat yg indah. Apa yg terjadi di sekitar kita biasanya datang dari apa yg telah kita lakukan.

Pada saat kita ada kesempatan utk membantu sesama, JUST DO IT !!! Jangan pernah meng- hitung2 mengharapkan balas budi. Kita tidak perlu tahu dari mana dan dgn cara apa balasan itu akan datang kepada kita.

A true story, happened in 1892 at Stanford University:

…most of us only think “If I help them, what would happen to me?” The truly great people think, “If I don’t help them, what will happen to them?”

An 18-year-old student was struggling to pay his fees. He was an orphan, and not knowing where to turn for money, he came up with a bright idea. He and a friend decided to host a musical concert on campus to raise money for their education.

They reached out to the great pianist Ignacy J. Paderewski. His manager demanded a guaranteed fee of $2000 for the piano recital. A deal was struck and the boys began to work to make the concert a success.

The big day arrived. But unfortunately, they had not managed to sell enough tickets. The total collection was only $1600. Disappointed, they went to Paderewski and explained their plight. They gave him the entire $1600, plus a cheque for the balance $400. They promised to honour the cheque at the soonest possible.

“No,” said Paderewski. “This is not acceptable.” He tore up the cheque, returned the $1600 and told the two boys: “Here’s the $1600. Please deduct whatever expenses you have incurred. Keep the money you need for your fees. And just give me whatever is left”. The boys were surprised, and thanked him profusely.

It was a small act of kindness. But it clearly marked out Paderewski as a great human being.

Why should he help two people he did not even know? We all come across situations like these in our lives. And most of us only think “If I help them, what would happen to me?” The truly great people think, “If I don’t help them, what will happen to them?” They don’t do it expecting something in return. They do it because they feel it’s the right thing to do.

Paderewski later went on to become the Prime Minister of Poland. He was a great leader, but unfortunately when the World War began, Poland was ravaged. There were more than 1.5 million people starving in his country, and no money to feed them. Paderewski did not know where to turn for help. He reached out to the US Food and Relief Administration for help.

The head there was a man called Herbert Hoover — who later went on to become the US President. Hoover agreed to help and quickly shipped tons of foodgrains to feed the starving Polish people.

A calamity was averted. Paderewski was relieved. He decided to go across to meet Hoover and personally thank him. When Paderewski began to thank Hoover for his noble gesture, Hoover quickly interjected and said, “You shouldn’t be thanking me Mr. Prime Minister. You may not remember this, but several years ago, you helped two young students go through college. I was one of them.”

The world is a wonderful place. What goes around comes around!

http://amazingreallifeinfo.blogspot.co.id/2014/03/a-time-of-need-story-of-herbert-hoover.html?m=1

Leave a Reply